Wisata Sejarah di Malang – Malang, salah satu kota di Jawa Timur yang terkenal dengan pemandangan alam dan iklimnya yang sejuk ini ternyata menyimpan banyak sejarah. Jika dulu ke Malang selalu ingin mengunjungi wisata alamnya, ternyata banyak alternatif obyek wisata yang lainnya. Berbagai tempat wisata sejarah di Malang yang bisa dijadikan alternatif tujuan wisata saat berkunjung ke sana, seperti di bawah ini:

1. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya Malang

Salah satu wisata sejarah dan edukasi yang ada di tengah kota Malang adalah Museum Brawijaya yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah. Sebagai salah satu museum sejarah kemerdekaan Negara Indonesia, museum ini menyimpan banyak sekali benda-benda bernilai sejarah. Lokasi museum Brawijaya ini terletak di tengah kota tepatnya jalan Ijen Boulevard, yang juga merupakan daerah cagar budaya di Malang.

Untuk menikmati semua benda bersejarah di atas cukup membayar 3000/ orang saja weekday dan weekend harganya sama. Jam operasional museum Brawijaya adalah Senin-Jumat 08.00-14.00 WIB dan Sabtu-Minggu 08.00-15.00 WIB.

Baca Juga :

2. Candi Singosari

Candi Singasari malang

Candi Singosari adalah candi Hindu-Budha yang merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan Singosari. Lokasi candi ini adalah di Desa Candirenggo kecamatan Singosari, kabupaten Malang, yang merupakan lembah pegunungan. Harga tiket masuk ke lokasi wisata sejarah ini cukup terjangkau 5000/ orang dewasa dan 3500/ anak.

Candi Singosari merupakan hasil kebudayaan pada awal abad ke 18 yang hingga kini masih berdiri kokoh. Wisatawan masih bisa menikmatinya sebagai salah satu obyek wisata sejarah di Malang yang menawan dan bernilai sejarah. Memang sangat menarik mengunjungi salah satu peninggalan kerajaan terbesar di Jawa Timur pada jamannya ini. Banyak arca dan hiasan-hiasan candi yang bisa dinikmati di tengah ruangannya.

3. Pemandian Ken Dedes Singosari

Masih berhubungan dengan kerajaan Singosari, pemandian Ken Dedes juga merupakan peninggalan sejarah kerajaan ini. Dipercaya merupakan pemandian ratu dan putri kerajaan Singosari, pemandian ini masih terjaga keindahannya sampai saat ini. Banyak mitos yang menyelimuti obyek wisata sejarah di Malang yang satu ini, konon katanya bisa awet mudah jika mandi di pemandian ratu Ken Dedes ini.

Pemandian Ken Dedes berlokasi di Kelurahan Candirenggo, kecamatan Singosari hanya sekitar 1 kilometer dari Candi Singosari. Jam operasionalnya adalah pukul 08.00-17.00 WIB, setiap hari tidak tutup pada akhir pekan dan hari libur. Untuk mandi di pemandian ratu Ken Dedes ini hanya perlu membayar tiket yang sangat murah yaitu 6.000/ orang.

4. Kelenteng Eng An Kiong

Wisata Kelenteng Eng An Kiong

Kota Malang juga memiliki situs budaya masyarakat Tionghoa yang menjadi penanda besarnya perkembangan masyarakat Tionghoa di kota ini. Bangunan tua kelenteng Eng An Kiong yang dibangun pada tahun 1800-an menjadi pusat kehidupan masyarakat Tionghoa di Malang pada masa itu. Hingga kini kelenteng Eng An Kiong tetap menjadi tempat persembahyangan umat Kong Hu Cu di Malang Raya.

Berlokasi di Jalan R.e Martadinata 1 Malang, kelenteng ini tidak hanya menjadi rumah ibadah tetapi juga obyek wisata sejarah di Malang. Memiliki daya tarik bangunan khas dengan arsitektur China dan warna merah mendominasi seluruh ruangan yang ada di kelenteng ini.

5. Candi Jawar Ombo

Candi Jawar Ombo

Satu lagi situs peninggalan sejarah kerajaan yang dimiliki Malang yaitu candi Jawar Ombo, yang merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Lokasi Candi Jawar adalah di dsn Kaliputih, Mulyoasri, kec. Ampel Gading, daerah Malang Selatan. Diketahui candi ini merupakan peninggalan agama Hindu pada masa kerajaan Majapahit, yang ditemukan sekitar tahun 1983.

Dari cerita rakyat setempat, candi ini dibangun oleh kerajaan Majapahit yang menguasai Malang pada masa itu sebagai tempat menghadap Sang Hyang Widhi. Hal ini tampak pada candi yang berada di ketinggian 1400 dpl ini memang menghadap gunung Semeru yang megah. Diceritakan raden Wijaya raja Majapahit kala itu, sering ke candi ini untuk menghadap Sang Hyang Widhi.

Selain daya tarik sejarah candi Jawar Ombo juga menyuguhkan pemandangan khas pegunungan yang sangat indah. Lelah perjalanan menuju puncak keberadaan candi ini akan terbayar setelah sesampainya di sana dan melihat indahnya pemandangan pegunungan.

6. Museum Malang Tempo Doeloe

Satu lagi tempat wisata sejarah di Malang yang sangat menarik dikunjungi yaitu Museum Malang Tempo Doeloe. Berlokasi di jalan Gajahmada nomor 2 Kiduldalem, kecamatan Klojen, kota Malang ini buka setiap hari pada 08.00-17.00 WIB. Merupakan museum yang menyajikan konsep modern ini ternyata menyimpan berbagai benda kuno yang digunakan masyarakat Malang jaman dahulu.

Harga tiket masuk ke Museum yang unik ini adalah 10.000-25.000/ orang dalam sekali kunjungan. Mengunjungi museum akan membuat mengingat kehidupan jaman dahulu di kota Malang dari benda-benda koleksinya dan film dokumenter tang diputar.

7. Museum Omah Munir

Kasus Munir sempat mencuat dan menjadi fenomenal ketikan pejuang HAM ini meninggal di pesawat yang ditumpanginya menuju Amsterdam. Omah Munir menjadi saksi sejarah perjuangan Munir sebagai pejuang HAM. Museum ini didirikan pada tahun 2013, merupakan tempat tinggal Munir dan keluarganya di Batu saat itu.

Saat ini rumah Munir disulap menjadi museum yang berisi benda-benda yang mengingatkan masyarakat akan sosok Munir. Museum ini didirikan selain untuk mengenang Munir juga sebagai wadah pendidikan HAM di Malang. Berlokasi di jalan Sultan Hasan Halin, kelurahan Sisir, kecamatan Batu sekitar 1 kilometer dari alun-alun kota batu. Untuk memasuki museum ini tidak dipungut biaya, pengelolaannya di bawah pemerintahan Jawa Timur meskipun merupakan museum negara.

8. Tugu Kota Malang

Kawasan tugu ini berbentuk bundar tepat di tengah kota, berada persis di depan balai kota Malang jalan Tugu Malang. Merupakan obyek wisata yang memiliki sejarah panjang, menjadi saksi bisu perjuangan warga Malang melawan penjajah.

Tugu ini pernah dibumi hanguskan pada agresi Militer Belanda namun dibangun kembali oleh presiden pertama Soekarno. Jika pergi ke kota Malang wajib mengabadikan obyek wisata ikonik kota Malang ini.

9. Candi Kidal

Obyek wisata sejarah di Malang candi Kidal merupakan candi Hindu peninggalan dari dinasti Singhasari. Diketahui candi kidal sebagai tempat pemujaan agama Hindu tertua di Jawa. Lokasinya terletak di desa Rejokidal, kecamatan Tumpang, 20 kilometer kota Malang. Diperkirakan candi Kidal telah berdiri sejak tahun 1260 Masehi, ditemukan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada waktu itu.

10. Gereja Kayoetangan     

Salah satu gereja tertua di Kota Malang ini telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah kota Malang. Didirikan pada tahun 1905 merupakan gereja bergaya gotic yang memiliki nilai seni sangat tinggi. Lokasinya berada di jantung kota Malang yaitu di jalan Kayoetangan (sekarang jalan Basuki Rahmat), sehingga sangat mudah ditemukan wisatawan.

Nah, itulah tempat-tempat wisata sejarah di Malang yang akan menjadi obyek wisata menarik selain pemandangan kota yang dingin ini. Dengan banyaknya obyek wisata sejarah kota Malang maka akan semakin banyak variasi obyek wisata kota Malang yang bisa dikunjungi. Sekarang tidak hanya pemandangan gunung dan pantai yang indah tetapi juga berbagai obyek wisata sejarah Malang yang jadi tujuan wisata Malang.

10 Obyek Wisata Sejarah Di Malang Sebagai Alternatif Tujuan Wisata Malang Raya
5 (100%) 1 vote[s]
Kategori: Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *